Terakhir diperbarui: Juli 2026. Dokumen ini menjelaskan bagaimana Lexa mengelola data kamu dan aturan penggunaan platform.
Kami mengumpulkan data yang kamu berikan secara langsung, termasuk: informasi akun (nama, email, nomor telepon), kronologi dan detail kasus yang kamu ceritakan ke chatbot, serta dokumen pendukung yang kamu unggah (kontrak, sertifikat, bukti transfer, dan dokumen sensitif lainnya).
Lexa menerapkan minimisasi data, redaksi identifier umum pada chat, koneksi HTTPS, dan retensi metadata terbatas. Dokumen yang diunggah melalui akun dipindai malware dan disimpan terenkripsi; jangan mengirim NIK, nomor rekening, kata sandi, atau dokumen mentah melalui chat.
Data kasusmu hanya dibagikan dengan pengacara mitra yang kamu pilih untuk menangani kasus tersebut. Kami tidak menjual data pribadi pengguna kepada pihak ketiga mana pun.
Sesuai UU PDP, kamu berhak untuk mengakses, memperbarui, meminta penghapusan, atau meminta portabilitas data pribadimu. Hubungi kami melalui halaman Kontak & Bantuan untuk mengajukan permintaan ini.
Lexa adalah platform teknologi yang menyediakan (a) chatbot AI hukum untuk edukasi dan asesmen awal, dan (b) direktori pengacara mitra berlisensi. Lexa sendiri bukan firma hukum dan tidak memberikan nasihat hukum secara langsung.
Konsultasi pengacara melalui Lexa mengikuti tarif sesi yang ditampilkan sebelum konsultasi dimulai. Jika kamu dan pengacara menyepakati penanganan lanjutan di luar sesi konsultasi, ruang lingkup, biaya, dan ketentuan layanan wajib disepakati secara terpisah sesuai hukum dan kode etik yang berlaku.
Kamu bertanggung jawab atas keakuratan informasi dan dokumen yang kamu berikan melalui platform. Informasi yang tidak akurat dapat memengaruhi kualitas asesmen awal.
Kami dapat memperbarui kebijakan ini dari waktu ke waktu. Perubahan signifikan akan diinformasikan melalui platform sebelum berlaku efektif.
Pertanyaan seputar kebijakan ini dapat disampaikan melalui halaman Kontak & Bantuan atau email info@lexa.business.